Abang Fatih dan Air

Published Desember 20, 2017 by Hawa


“Huaaaa…. Fatiihhhh…” teriak neneknya beberapa waktu yang lalu melihat fatih sudah masuk ke ember besar yang melimpah ruah airnya karena kran air dibuka fatih. Jadilah ia pesta air, sehingga hampir menghabiskan simpanan air di tedmount.

Alih alih berhenti, si fatih malah tambah semangat pesta airnya…. hihi..

Akhirnya, atuk datang menggendong fatih dan diserahkan ke ummi. 

“Ummi, fatih main air di bawah, udah basah semua bajunya” kata atuk

“Ya tuk, biar dimandikan aja. Makasih tuk” jawab ummi

Melihat kamar mandi, fatih tambah semangat lagi. 

“Tiiihh… ummi siapkan dulu air mandi sama handuk fatih yaaa” kata ummi 

“Ya miii..” ,jawab fatih..

#Selang beberapa saat.

“Huaaaa… Fatiiiiihhhh…” ummi terkejut seketika melihat fatih sudah dengan pesta barunya, numpahin shampo ke seember air di kamar mandi…

#baiklah

#PestaAir #PestaBusa

#BaladaAnakBatita

Iklan

Laporan Akhir

Published Desember 20, 2017 by Hawa

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah… laporan akhir sudah dikumpul. Fyuuhh.. 

Sesuatu yang kalo sudah selesai itu… leganya pake banget..nget…nget…

Sesuatu yang ngerjainnya ngelibatin banyak orang, yang tentunya libatin emosi jugak.

Sesuatu yang ngerjain laporan demi laporannya.. butuh kerja ekstra… kesabaran yang ekstra pula

Sesuatu yang  huaaaa…. gaalaaauuu ngerjain laporan keuangannyaaaa..  

Allahu Rabbi… bimbinglah selalu diri ini agar tetap di JalanMu yang Lurus… aamiin

Urtikaria Jelang Seminar Hasil

Published Desember 6, 2017 by Hawa


Assalamu’alaikum

Alhamdulillah datang juga hari yang mendebarkan. Yakni seminar hasil penelitian PDP ku yang pertama. Asli bikin pikiran berkecamuk, jantung berdebar-debar, cemas, dan banyak lagi perasaan lainnya.

Sehari menjelang hari H, aku diserbu si urtikaria alias kaligato. Gatalnya masyaAllah… 

Si urtikaria ini datang dan pergi (kayak bang thoyyib… he). Obat yang kuminum hanya berefek sekitar 4-5 jam. Setelah itu si dia datang lagi.

Ini pertama kali aku diserbu kaligato. Waktu kecil dulu gak pernah malah. Kata bu bidan yang di puskesmas, ini karena imunitasku sedang menurun pasca lahiran, jadi lebih mudah terkena si biduran ini. Tapi kata ibu, ini karena stres aja, sebab besok mau presentasi.

Owh Rabb.. aku mohon ampun atas dosa-dosaku… aku takut Ini adalah teguran dariMu. 

Di tengah rasa gatal yang datang dan pergi silih berganti itu, alhamdulillah seminar hasil nya berlalu juga..

wahai kaligato, silahkan pergi sekarang… 

Fatih Makan Cabe

Published Desember 2, 2017 by Hawa

“Fatih… makan sama ummi yuk” ajakku pada sulungku itu

“Cini mi… kan cama ummi” katanya sambil menepuk lantai beberapa kali untuk menunjukkan dimana tempat menyuapkannya makan

Selang beberapa saat telah meluncur beberapa suap nasi ke dalam mulutnya.
“Patei cabe mi” 

“Iyaa.. Ini udah pake cabe nak” timpalku

Alhamdulillah makan fatih lumayan banyak dan mudah memberikannya sejak sudah mau makan cabe ni. Jadi tiap makan mesti ada sambal (cabe). 

Usia fatih saat ini  2 tahun 5 bulan. “Ummi dulu, kata atuk fatih, makannya yang manis-manis aja sampai SD, baru makan cabe.  Fatih baru 2 tahun udah berani makan cabe… hebat anak sholeh ummi.. ” ceritaku padanya

Mendengar hal itu tambah semangat ia makan..

“Tambah mi…”

“Okeee….”

ASIP untuk Fathan

Published Desember 2, 2017 by Hawa

Fathan sayang

Ummi ingin fathan dapat nutrisi terbaik

Dan tak ada nutrisi terbaik selain ASI untuk bayi sepertimu

Ummi ingin fathan tetap minum ASI walaupun ummi bekerja

Semoga Allah menguatkan kita ya nak

Tapi masalahnya kalau mati listrik,

Ummi khawatir ASIP Fathan meleleh

Maka ummi berdoa semoga listrik tak pernah padam

Ketika Akhwat Jatuh Hati

Published November 17, 2017 by Hawa


Seorang adek mendekatiku. 

“Kak…kak” katanya setengah berbisik

“Apa” jawabku

“Adek mau bicara sesuatu, tapi kakak jangan ketawa” katanya dengan suara yang amat pelan

“Huaaa…ha..ha…ha..” aku tertawa dibuat-buat

“Ih.. kakak ni.. jangan ketawa dan jangan bilang siapa-siapa ya” katanya dengan nada serius

“Sama siapa kak mau bilang dek…. sama fathan?” Timpalku

“Hehe… uhmmm… gini kak, kakak pernah gak kagum sama ikhwan?” Tanyanya

“Apa?” Kataku dengan mata setengah terbelalak. “Ehm… sering”kataku sekenanya.. “emang kenapa? Adek sedang kagum dengan seseorang?”

“Iya… makanya adek tanya. Gimana tu kak, itu kan gak boleh..” katanya dengan suara putus-putus dan kepala menunduk, matanya melirik malu-malu.

“Hihi… adek, kagum sama seseorang itu fitrah”

“Tapi kan gak boleh kak..”

“Yang gak boleh itu kalo adek menyerahkan hati adek alias jatuh cinta padanya. Itu beda loh dek”

“Apa bedanya kak”

“Ya beda lah, kalo kagum itu ya sebatas menyukai sifat-sifatnya, misalnya karena ia sholeh, atau karena ia rajin, bertanggung jawab, pintar, dan lain-lain, tapi gak terus menerus tertanam dalam hati dan pikiran. Kalo jatuh cinta itu ya artinya adek menyerahkan segala perhatian padanya, hati dan pikiran selalu tertuju padanya.”

“Trus gimana kak, adek terbayang-bayang terus orangnya, dan itu mengganggu pikiran adek”

“Istighfar dek, minta sama Allah dikuatkan hati adek. Setan sedang berusaha membolak-balik hati adek, berdoalah supaya Allah meneguhkan hati adek selalu dalam jalan yang diridhoi Allah”

“Owh.. gitu ya kak”

“Iya… jangan jatuh cinta pada orang yang tidak tepat dek. Hati adek hanya berhak dimiliki oleh orang yang sudah Sah dalam ikatan Pernikahan. Dan gak penting jatuh cinta pada orang yang belum tentu jodoh adek.. gak penting banget…”

“Ooooo…..oke deh”

“Nah, gitu dong.. Allah itu menjanjikan yang baik untuk yang baik pula. Bila adek menjaga hati, percayalah di tempat lain sang jodoh adek juga sedang berusaha menjaga hatinya”

“Ya kak… sip sip” katanya mengangguk dan pamit 

Aku jadi teringat sesuatu. Ketika dulu di kampus tak pernah jumpa abinya fatih fathan, walaupun satu daerah asal, walaupun beberapa kali ikut dalam pertemuan aktivis dakwah se unand, walaupun aku tahu namanya, ia tau namaku, tapi kami tak pernah menyengaja bertegur sapa. Sampai akhirnya Allah mempertemukan kami di rumah Murabbiku. Ia datang bersama Ustadnya. Dan itulah pertemuan ta’arufku dengan seseorang yang kemudian jadi suamiku. Ketika kemudian kutanya ia setelah menikah, “apa abi memilih umi?”. Ia jawab “enggak. Allah yang pilihkan ummi untuk abi”.