Dakwah Boleh… Politik Jangan…!!!

Published Juni 22, 2010 by Hawa

Ad-dien Al-Islam (Dinul Islam) tidaklah sama pengertiannya dengan “agama islam”. Sebab, kata ”agama” hanya mengisyaratkan pengertian ”tidak kacau”, sedangkan ”dinul islam” melingkupi segala aspek kehidupan, baik kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat, baik hubungan sang pencipta dengan yang diciptakan maupun hubungan yang diciptakan satu sama lainnya…

Dinul Islam merupakan suatu ajaran yang komprehensif. Tak hanya mengatur masalah ibadah seorang hamba kepada tuhannya, melainkan juga mencakup permasalahan kehidupan manusia secara komprehensif, yakni mengatur masalah politik, ekonomi, sosial kemasyarakatan, budaya, militer, dan lain sebagainya.
Jadi… ”berpolitik” juga diatur oleh Islam.

Rasul kita Muhammad SAW juga berpolitik. Ia mengatur strategi politik Islam sejak awal kenabiannya. Kalaulah tidak berpolitik, mungkin saja tak pernah ada peristiwa Fathu Makkah, Tak kan pernah terjadi Penaklukan Spanyol, Romawi, Afrika, dsb. Dan tak kan pernah terjadi kekhalifahan yang menghasilkan peradaban besar, seperti Andalusia, dsb…

Namun hari ini, banyak dari umat islam yang ”mengkambinghitamkan” politik sebagai penyebab terjadinya krisis ekonomi, krisis moral, krisis kepercayaan, dan aneka jenis krisis lainnya. Padahal, politik itu benar. Yang salah adalah pelaku politik yang menyalahgunaan kekuasaan politiknya. Sebagaimana politik itu tetap ”bersih”, yang kotor adalah orang-orang yang mengotorinya.

Seorang adik tingkat saya berkata, ”Dakwah boleh, Politik Jangan”… ada pula yang berujar bahwa politik itu adalah ”batasan” baginya dalam mengembangkan diri. Statement seperti itulah yang sebenarnya menghambat pertumbuhan islam di bumi Allah ini dan menambah keleluasaan para pengikut thahgut untuk melancarkan aksi ”money politic”nya serta politik-politik busuk mereka, seperti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

Politik juga merupakan sarana dakwah struktural kita dalam mewarnai negeri ini dengan warna-warna Islam. Hal ini bukan berarti memaksa orang yang tidak beragama islam untuk masuk islam, namun lebih kepada mencitrakan islam sebagai rahmatan lil ’alamin… rahmat bagi semua ummat…

Kalaupun ada (atau bisa dibilang ”banyak”) dari politikus-politikus negeri ini yang tidak bisa memegang amanah dengan baik, dan malah menyalahgunakannya, hal ini tidak semestinya menjadi alasan bagi kita untuk menggeneralisir keadaan dengan membuat kesimpulan bahwa ”semua politikus itu tak ada yang baik”. Sebab, masih ada beberapa bukti yang memperlihatkan kezuhudan para politikus negeri ini. Salah satunya yaitu, pengembalian fasilitas mobil volvo kepada negara oleh Ketua MPR RI yang lalu, Hidayat Nur wahid,. Inilah salah satu contoh tindakan ”berani” dan ”patut dicontoh” oleh para politikus lainnya.

Jadi bagaimana seharusnya?
Nah, mari kita koreksi dulu ”persepsi” atau ”cara pandang” kita. Yakni bagaimana kita memandang sebuah kejadian atau suatu perkara. Biasanya, cara pandang kita itu dipengaruhi oleh orang-orang yang dekat dengan kita dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, bila dalam suatu keluarga, sang Bapak sangat ”anti politik”, maka bisa saja ia menjabarkan alasan ketidaksukaannya tersebut kepada anak-anaknya, dan bisa jadi, anak-anaknyapun terwarnai oleh cara pikir bapaknya, dan jadilah mereka sebagai ”keluarga anti politik”. Contoh lain, seorang mahasiswa yang tinggal di kawasan aktivis kampus akan terwarnai dengan kegiatan ’politik kampus’, dan akhirnya ia menjadi ’seorang aktivis’ pula. Jadilah mereka ”para aktivis kampus”.

Saudaraku,
terlepas dari kondisi ”terwarnai” oleh siapapun kita, marilah kita menilik dan kembali kepada koridor-koridor yang digariskan Islam. Bukankah hanya islamlah sebagai satu-satunya indikator terbaik bagi kita dalam melaksanakan berbagai macam aktivitas dalam kehidupan kita…!!! cukuplah Islam yang menjadi rambu-rambu kehidupan kita.

So…what do you think about this???
Yupz…
Mari gunakan kacamata Islam dalam memandang aktivitas politik kita. Rasulullah sudah cukup banyak memberikan contoh kepada kita bagaimana ”mengislamkan” politik jahiliyah menjadi politik Rabbaniyah.

Yakinlah… Islam ini akan menang... Allah telah menjaminnya.
Maka, permasalahannya adalah, maukah kita menjadi salah satu pribadi yang ikut serta dalam perjuangan memenangkan Islam ini…?
mari ”islamkan” politik di negeri kita…
Allahu akbar…

Wallahu a’lam bishshawab..

Iklan

2 comments on “Dakwah Boleh… Politik Jangan…!!!

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    w

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: